Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sedikit Doa Untuk Saudara | #BergerakUntukGaza

Inget kisah Roro Jonggrang? yang minta dibikinin 1000 candi, ketika kurang satu, dia gak nepatin janjinya. Kamu mikirin perasaan Bandung Bondowoso gak? sudah semalaman kerja keras, tapi dikhianati begitu saja di akhir cerita.

Ini ada kisah lain yang lebih heboh.

Ada seorang Putri Pemalu. Ia terluka di tengah jalan. Minta tolong, tapi tak ada yang menoleh. Untung ada pemuda yang bantu dia. Dibawalah Putri Pemalu itu ke klinik milik Pemuda yang baik hati.

Putri Pemalu ini tak punya tenaga dan uang untuk bepergian. Kepada Pemuda baik hati ini dia punya permintaan. Minta Pemuda tadi supaya bisa menampungnya selama sebulan. Jadi, ia harap, setelah sebulan bisa sehat kembali dan bisa bepergian lagi.

Lepas sebulan perempuan itu dirawat dengan baik, diberi fasilitas maksimal, dihormati privasinya, sampai putri itu kembali sehat.

Putri bahagia. Tapi, setelah sebulan di tempat tersebut dia berubah pikiran. Ketika pemuda itu pergi membeli perlengkapan klinik, Putri pemalu tadi menyiapkan jebakan untuk sang Pemuda saat balik.

Dijebak, dibius, dikurung di dalam gudang jadi nasib Pemuda pemilik utuh klinik tadi. Dulu dia mewah memiliki klinik yang megah, kini ‘kepemilikan’-nya hanya sebatas gudang kecil.

Sementara, sang Putri Pemalu bebas melakukan apapun dengan seluruh fasilitas klinik milik Pemuda tadi, bahkan jika ia masih ingin menguasai gudang, bisa dilakukan.
***

Bagaimana nasib Pemuda itu, Kawan? Lebih penting lagi, bagaimana sikap kita, Kawan? Jika kita sebenarnya ada di dalam cerita tersebut.

Palestina dulu memiliki tanah yang luas, kawan. Lalu datanglah bangsa Yahudi bermigrasi dari banyak daerah, salah satunya dari Uganda. Eksodus ke tanah Palestina. Menurut paham Zionisme, itulah tanah leluhur mereka yang harus mereka kuasai. Seperti yang bisa kalian lihat sekarang, mereka tak peduli dengan hak kemerdekaan bangsa Palestina. Pemerintahan Israel memulai konflik Palestina dengan senjata dan modal perang yang begitu besar, entah dari mana saja asalnya, sehingga banyak sekali direbut tanah Palestina. Tujuan mereka adalah mendirikan negara berdasar ras Yahudi sendiri, meski sebagian orang Yahudi tak setuju dengan konsep ini. Darah rakyat Palestina bukan jadi halangan, parahnya lagi pihak Internasional lebih banyak diam dengan genosida-genosida Israel tersebut. 20 tahun sudah Palestina melakukan perundingan dan perjanjian dengan Israel, selama itu pula Israel berkhianat. Menjadikan perjanjian-perjanjian sebagai batu pijakan untuk menguasai tanah-tanah Palestina. Setelah melakukan genosida dengan berbagai dalih, mereka melakukan perundingan yang tidak sesuai kondisi awal, yaitu mengklaim tanah Palestina ke dalam tanah mereka. Coba kalian lihat di peta maupun atlas dunia, sudah tak ada lagi nama Palestina di sana. Setelah perundingan damai selesai, tidak lama pasti mereka melakukan pengkhianatan kembali. Begitu berlanjut sampai sekarang. Seperti anak kecil yang merengek tanpa henti meminta susu pada dunia Internasional.

Berikut adalah perkembangan penjajahan atas tanah Palestina dari 1946-2000. Tahun ini yang menjadi milik Palestina utuh hanyalah Gaza sampai beberapa ratus meter tepian pantai. Dan jangan kira kebebasan mereka di Gaza seperti di Indonesia. Selain tembok besar dan tembok berduri, mereka juga selalu diawasi oleh moncong-moncong senjata yang siap melepaskan peluru. Tak peduli umur maupun gender.





Mari #BergerakUntukGaza. Memberikan waktu untuk hati kita berbicara. Atau setidaknya menyisihkan sedikit pikiran kita untuk berdoa bagi kemerdekaan seluruh ras umat dunia, terkhusus Rakyat Merdeka Palestina.

4 #Ramadhan

Mari kita bicara tentang jodoh kembali. Bukan sembarang jodoh berdasar nafsu, melainkan jodoh yang membangun.

Entah kenapa sebenarnya males nulis ini. Tapi mau gimana lagi, bisa sakau aku.

Lagi referensinya dari ceramah tarawih.

Kita harus berislam secara menyeluruh, mengamalkan seluruh isi dalam Al-Qur'an.

Salah satu yang wajib dicapai, yang menjadi tujuan hidup, cita-cita seluruh muslimin adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar negara. Ini konsekuensi iman, sekaligus konsekuensi batin yang menginginkan hidup lebih baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Terkait hal ini banyak kajian dan penjelasan yang sudah dengan lengkap menjelaskan seluk beluk penjelentrahan Al-Qur'an.

Bagaimana cara mencapainya?
Mengislamisasi atau membudayakan hidup islam mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan.

Kisah Solahudin Al-Ayubi yang menundukkan konstantinopel setelah 800 tahun dari janji Rosulullah. Tapi saya tidak membicarakan sejarah Al-Ayubi di sini, dan sudah banyak yang telah membicarakan hal itu. Tapi bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

Langsung saja to the point. Didiklah anakmu kelak seperti cara mendidik Sholahudin Al-Ayubi, yaitu menyemangati dengan tujuan-tujuan mulia dan tinggi, serta mempersiapkan dengan banyak bekal. Pendidikan terutama.

Tentu kita juga harus mempersiapkan diri juga sebagaimana kompetensi Syamsudin yang merupakan guru Solahudin Al-Ayubi, yang tentunya tak biasa.

Futur

Saya akhir-akhir ini sering merasakan suntuk, malas, penat. Dan setiap mengerjakan apapun merasa tidak nyaman. Bahkan makanpun serasa ada ganjalan di hati. Entah apa itu.

Kata teman sih futur atau turun semangat. Kenapa bisa begitu? saya juga kurang paham. Yang jelas semuanya tak ada gairah. Ketika sholat serasa sepi. Seperti ada yang mengejar, padahal jika di tulis dan di kroscek kembali mungkin cuma satu atau dua tugas yang belum terselesaikan. Akan tetapi menimbulkan efek yang berlebih. Ya gelisah itu tadi.

Akhirnya saya diketemukan dengan buku "Pengobatan Komprehensif Penyakit Hati" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Alhamdulillah bisa diketemukan dengan buku ini. Di awal pengawalnya buku ini membahas tentang berbagai penyakit hati serta obatnya. Karena setiap penyakit pasti ada obatnya, kecuali ketuaan. Dari sini serta dikaitkan dengan masalah tadi saya membagi permasalahan ini menjadi dua tahap. Yang pertama tahap dimana masalah-masalah yang dihadapi cukup masalah duniawi, seperti tugas, konflik dengan teman, kecelakaan, dan sebagainya. Lalu tahap kedua adalah permasalahan ruhani, yang sudah pasti berpengaruh ke masalah duniawi sehingga merasa gelisah, resah, gundah seperti tadi.

Untuk masalah duniawi kita cukup mengerjakannya akan selesai dengan sendirinya. Jika banyak tinggal me-manage dengan baik, ditentukan skala prioritas, lalu dikerjakan. Cukup itu saja.

Untuk detail introspeksi kita pada tahap satu, kalau saya menggunakan konsep seperti ini.
   1. list permasalahan
   2. fikirkan prioritas
   3. pisahkan menurut prioritas
   4. jalankan atau selesaikan satu persatu masalah (ingat saat menyelesaikan masalah satu, jangan memikirkan masalah kedua dahulu)
   5. setelah masalah pertama selesai, jangan lupa tulis note untuk masalah itu. agar mudah ketika menghadapi masalah yang serupa.
   6. lanjut ke problem selanjutnya.
   7. setelah semua selesai, jangan lupa membuat list agenda dan prioritas untuk hari esok.
Namun hal diatas hanya sebatas teknis, dan saya kira masing-masing individu memiliki caranya sendiri.

Pada permasalahan tahap kedua ini membutuhkan introspeksi yang lebih dalam lagi, karena ini pengaruh dari ruhani kita. Kemungkinan terbesar dari permasalahan-permasalahan saya yang menyangkut hati adalah dosa. Dosa yang menutupi hati. Sehingga tampak gelap, kelam.
Rosulullah bersabda "inna likulli syai'in tsoqola, wainna tsoqolatal qulub dzikrullah..."
"Sesungguhnya segala sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrullah..."
Dzikrullah disini adalah mengingat Allah, mendekatkan diri kepada Allah. Jadi memang berat untuk mengawali, akan tetapi inilah gerbangnya untuk mengatasi masalah ini. Dengan setahap demi setahap kita mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga alasan kembali ke jalan yang buruk seperti sebelumnya lebih tertutup. Kenapa? karena jika kita berubah secara ekstrem. Misal langsung tahajud tiap hari, puasa Daud, tlawah dua juz tiap hari. Perubahan yang ekstrem seperti diatas tak selang lama akan membuat bosan yang akhirnya membuat kita malas ibadah lagi. Jadi ayok bareng-bareng perlahan-lahan mendekatkan diri kepada Allah. Karena Allah lah segalanya bagi kita.

Billahi taufiq wal hidayah wal inayah.

3 Kondisi

Waktu menunjukkan pukul 10 malam, rombongan pun turun dari truk dengan wajah lesu masu. Mungkin sedang mengalami jet lag atau memang itu wajah aslinya. Karena belum sholat ramai-ramai mereka menyerbu musholla kecil di desa itu, walaupun kecil namun alhamdulillah masih cukup untuk menampung rombongan satu truk tadi.

Sebagian langsung wudhu dan masuk masjid untuk segera mendirikan sholat, sebagian leyeh-leyeh untuk menenangkan jet-lag nya, dan sebagian yang lain sedang bermain-main, ya namanya juga anak kecil. 30 menit pun akhirnya berlalu, dan yang leyeh-leyeh tadi pun segera menyusul ambil air wudhu. Namun petaka melanda (lebay ah), air di tempat wudhu sudah kering ternyata, tidak mengalir lagi setelah dihabiskan kloter sebelumnya. Sementara disitu masih ada sekitar 10an orang belum wudhu dan masih dengan wajah kumut-kumutnya karena jet-lag.

Salah satu orang tetap berusaha dengan air yang mengalir walaupun sedikit, dengan waktu yang cukup lama akhirnya selesai juga wudhu mereka. Secepat itupun dia segera menunaikan sholat karena waktu sudah sangat larut tersebut.

Ada juga beberapa orang yang ngomel-ngomel ditengah malam, entah apa yang diomelkan ditengah jet-lag nya itu. Hampir mirip dengan lolongan serigala tengah malam yang kita juga tak tahu apa maksutnya. Dan itu menambah psuing rombongan yang lain yang tengah istirahat dan berusaha istirahat.

Ada lagi beberapa orang yang lain sibuk wira-wiri mencari air, berusaha mencari sumber masalah kenapa airnya mati, ada juga yang mencari sumber air lain. Alhamdulillah salah satu dari mereka, berjarak sekitar 50 meter dari musholla menemukan sumber air lain. Yang lain yang sibuk dengan aktifitasnya tadi berbondong-bondong menyerbu tempat itu, termasuk orang yang dari tadi isinya ngomel terus. Setelah antri mereka akhirnya bisa berjama'ah bersama sebelum istirahat malam.

#Rohis Memang Nyebelin

#Rohis memang nyebelin, apalagi #Rohis tak suka rokok. Jadinya bakal sepi tuh para pedagang rokok, terutama produsennya.

#Rohis memang nyebelin karena #Rohis suka sedekah. Jadi gak ada ladang kerjaan lagi tuh para rentenir.

#Rohis memang nyebelin karena #Rohis jauh dari narkoba. Jadi para pedagang narkoba bakal kehilangan pelanggan.

#Rohis memang nyebelin karena #Rohis seneng saling ngingetin. Jadi yang korupsi atau klepto bakal males sama yang namanya anak #Rohis, cerewet banget sih.

#Rohis memang nyebelin karena #Rohis tak suka buka aurot. Jadi perusahaan fashion dunia bakal tutup. Itu tuh yang bajunya cuma kaya saringan santan.

#Rohis memang nyebelin karena #Rohis tak suka bohong. Jadi tak ada calo atau tipu-tipu lainnya dijalanan. Apalagi koruptor bakal panas dingin kalau ada #Rohis, nyaring banget suaranya.

Dakwah itu dari diri sendiri

Wah dapet sms dari seorang adik tingkat, isinya tentang wejangan dari sayyid qutb:

"Kita tidak mungkin menyeru manusia kepada sesuatu kalau kehidupan pribadi kita tidak merupakan terjemahan hidup darinya. Dakwah tidak akan ada nilainya jika para da'inya sendiri tidak menjadi bukti yang mendukung dakwah itu"
Ngena banget sms tadi, apalagi tadi ada kajian universitas yang aku sendiri gak hadir. Memang pertama niatnya pengen nyelesaikan tugas-tugas yang sudah menumpuk, mulai organisasi, akademik, maupun dari luar. Tapi sepertinya kalau membahas alasan-alasan terus gak bakal ada habisnya. Cuma sebagai bahan pembela diri agar terbebas dari omongan orang. Padahal kalau pakai alasan gak akal ada efek buat diri sendiri. Kalau difikir lagi kita buat alasan atau bilang gak mau ikut aja, sama saja deh. Tapi kalau memang agendanya dobel-dobel ya maklum lah, tapi niatnya itu masih tetep harus ikut namun kondisinya saja yang tidak sesuai.

Tapi kalau dari pengalamanku diatas tadi nampaknya cuma dari rasa malas yang mengganjal. Udah kondisinya hujan, banyak tugas lagi. Akhirnya pun tumbuh rasa malas.

Dan mungkin ini bisa juga jadi pengingat teman-teman ya, terutama kader dakwah. sms dari Ust. Aa' Gym yang intinya kalaupun engkau sibuk dengan berbagai aktifitas duniamu, maka sibukkanlah juga dengan aktifitas ruhiahmu. Karena aktifitas ruhiahmu akan menjadi penawar kepenatan aktifitas duniamu.
 Dan disini aktifitas ruhiah itu bisa jadi agenda-agenda tarbawi kita. liqo', silaturahmi, baca buku, ngaji, kajian, dan yang lainnya.

Jadi inget kawan, keberkahan dan kemenangan dakwah kita ada ditangan individu-individunya masing-masing yang terhimpun menjadi satu. Jadi walaupun berjamaah jangan lupakan hak kewajiban individu, bisa terakumulasi ke jama'ah...

Dan yang terakhir, terimakasih ya yang sudah mengingatkan tadi, semoga bisa istiqomah untuk saling mengingatkan.

Luka Hati

kata orang cermin yang telah pecah tidak bisa kembali lagi seperti semula, ahh, ternyata tidak juga...
untuk mengembalikan cermin yng sudah pecah...maka cermin tersebut harus dibakar sampai melewati temperatur gelas (atau sampai meleleh), kemudian dimasukkan pada cetakan yng diinginkan, biarkan dingin, kemudian dilapisi salah satu sisinya dengan lapisan perak (dengan metode coating atau TLT (teknologi lapisan tipis)), maka insyaallah kaca tersebut merefleksikan cahaya lagi...begitu pula dengan hati, jika terluka...masih bisa dipebaiki dan diobati,

Sumber: Fadli Robiandi (Mahasiswa jurusan Fisika UB angkatan 2006) dalam notes "8th" di FBnya


Hemm suatu perumpamaan yang menampar rasa dalam hati ini, ya emang sepertinya benar juga perumpamaan itu, tetapi kepingan-kepingan kaca itu untuk menjadi satu kaca yang kembali sempurna butuh perjuangan yang tidak mudah. butuh bermacam usaha dan ketekunan. Tetapi bukannya tidak mungkin,,,

"karena setiap luka adalah obat dari luka yang lain"

dan hasil dari luka itulah yang membuat kita sekarang, bukan dari hanya berbahagai bahagia yang kita harap.

Semua indah

Bukan karena hari ini indah kita bahagia,
tapi karena kita "bahagia"  hari ini menjadi indah.

Bukan karena tidak ada rintangan kita menjadi optimis,
tapi karena kita "optimis" rintangan menjadi tidak ada.

Bukan karena mudah kita yakin bisa,
tapi karena kita "yakin bisa" semuanya menjadi mudah.

Bukan semuanya baik kita tersenyum,
tapi kita tersenyum semuanya menjadi baik.

Tidak ada hari-hari yang menyulitkan,
kecuali kita sendiri yang menyulitkan.

Selamat tersenyum! :)
Di ambil dari
sebuah kiriman teman nan jauh disana!

Thariq bin Ziyad

Penaklukan Konstantinopel
Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama -Asia, Afrika, dan Eropa-pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.



 

Copyright © Mahya. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com