Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Benderang

Aku tahu engkau redup
Tapi kau bukan lampu
Bersinarlah terus,
Sampai kau kembali benderang.

Saat kembali terang
Ada lain yang redup
Berikan terangmu
Lantas dunia akan cemerlang.

Lampu Kursi - Haidar Mahya

Sumber : rebloggy.com

Lampu itu merunduk
Kursi depannya sudah tidur
Hangat sudah meranggas
Salju berbaring selimut

Haruskah matahari esok kutunggu?
Aku berbagi dengan lampu
Redup lari satu-satu bergandeng detik

Fajar akhirnya menarik kelambu
Aku akhirnya bisa duduk
Lampu akhirnya dimatikan
Sedang kursi masih menunggu
Sebelah sisinya

Kau Palsu


Kau tahu kasih
Ada jutaan mata selalu memburumu
Jutaan tangan sedang membelaimu
Jutaan mulut sedang tertawa denganmu

Tapi ku tak mau menyamai mereka
Yang selau bergumul denganmu

Kenapa kau bilang?
Aku muak dengan rayumu
Aku jijik dengan hadiah-hadiahmu
Kau palsu

Benar, aku muak dengan kepalsuan itu
Ketika kau bilang kau itu pendamping,
kau malah menambah kerjaku
Ketika kau kata kau merubah hidupku
Benar, kau merubahnya menjadi tergantung padamu

Aku lelah
Aku melupakan kekasihku yang dulu
Yang selalu menemani jiwa ragaku
Membuatku tertawa
Tapi juga buatku tersenyum
Dia bagaikan malaikat
Malaikat putih yang hapus hitamku
Putihkan wawasanku

Dia itu malaikat putih
Bukan seperti dirimu malaikat hitam
Atau kupanggil saja malaikat sang  setan
Sudah pergilah sana, jauh
Aku sedang nyenyak bersama kekasihku
meraba dunia mimpi

Kerinduan


kukira menahan rindu itu mudah
kukira menahan cinta itu gampang

Tak kusangka
ketika rindu menggebu
ketika cinta tergali
perih mulai tumbuh
tumbuh beserta segala kerinduan
muncul menyertai cinta yang menanti labuhannya

Tak kusangka
Kekarnya badan ini
Kuatnya otak ini
tetap layu tunduk
dibawah kerinduan yang menggebu


Sampah Retorika

Sampah
Retorika
Politik
Bualan

Sedang jadi pemeran utama
Sedang jadi pemegang peran
Sedang sibuk berkoar di otak
Sedang sibuk berikrar di ruang

Entah
Pasrah
Marah

Menyenandung di hati
Mendendang merdu
Menawan pikiran
Tentang apa yang disebut sampah

Hantam
Kejam

Sedang berkecamuk
Sedang mendidih
Sedang berkoar
Sedang beraksi

Iman

Jadikanku anteng ayem
Namun bukan mlempem
Dengan kalem
Menghantam problem



Beri Kami Itu

Tiada sesal ketika dalam dekap
Tiada daya ketika dalam harap
Tiada gelap ketika dalam malamMu
Tiada sesat ketika lurus

Mendebu dibawahMu
Meraja di alamMu
Harap dari setiap kami

Belaian cintaMu
Pukulan cintaMu
beri kami itu

Malang 16/10/12

Semesta

Dirimu indah
ketika diatas sajadah
menatap dengan tengadah
tentang apa yang entah

Mengharap semua tentang cita
Yang sudah tak lagi jelita
Sudahkah kau cinta
tentang apa yang kau cita

Sudahlah,
hidup ini memang cerita
tentang semesta
yang sudah ditata
dan menunggu tampak para anggota

11/10/2012

Rindu

Halus tanganmu
anugerah bagiku
buatku termangu
akan indahnya imajinasi semu

akankah kita menyatu?
sungguh aku sangat rindu
akan tali kasih yang saling berpadu

ku yakin tentang itu
bahwa siapa yang suci perilaku
akan saling menyatu
di balik surga-Mu

i.b.u
11/10/2012

Utuh Kasih

Awan tampak putih
Tersapu hitamnya gelap
Tak ingatkah kasih
Ketika gundah itu lenyap?

Tak lupakah putih
Akan jalan tujuan?
Yang saling berkasih
ditengah kerinduan

Penuh
Menyeluruh
cerita itu kurengkuh
Bantulah agar kukuh
Karena kau aku utuh

Terangkum dalam Ukhuwah

Di saat kutemui indahnya pemandangan,
akhirnya kutahu makna masya Allah,
Begitu indah rahasia Allah dalam Alam ini.

Di saat kutemui sebuah kemenangan,
akhirnya kutahu makna Alkhamdulillah,
Dan Syukur lah yang jadi pelengkapnya.

Di saat kutemui sebuah sakaratul maut,
akhirnya kutahu makna Astagfirullah,
yang selalu mengingatkan akan kerendahan diri atas Allah.

Tetapi ketika kutemui saudaraku,
Kutak hanya menemui sesosok manusia yang tersenyum,
melainkan kutelah temui semua makna-makna di atas,
yang terangkum dalam suatu makna ukhuwah.

Yang selalu memberikan cintanya saat kita membutuhkan,
Yang selalu mendo'akan disaat diamnya,
Yang selalu mengunjungi di kala sakit,
Dan selalu mendahulukan saudaranya atas dirinya.

Uhibbukum fillah . . .
atas segala ukhuwah yang tak bisa ternilai dengan apapun

Ukhuwah. . .

Jika kau tanya makna ukhuwah,
tanyalah pada rerumputan yg melambai2 dlm kebersamaan,
Yg tdk pernah sndirian.

Jika kau tanya makna ukhuwah,
tanyalah pada tasbih2 di tangan seorang ustadz,
Yg saling beriringan mengalunkan indahnya asma-asma sang Rabb.

Jika kau tanya makna ukhuwah,
tanyalah pada setiap foton matahari pagi,
Yg selalu memberikan kehidupan bagi setiap sel2.

Jika kau tanya makna ukhuwah,
tanyalah pada buku-buku,
Yg diamnya saja, sudah memberikan banyak ilmu.

Jika kau tanya makna ukhuwah,
tanyalah pada bunga2 yg dihisap kupu serta lebah,
Yg tanpa pamrih memberikan madunya secara sukarela.

Jika kau tanya makna ukhuwah,
tanyalah pada rantai motor,
Yg saling bersatu padu demi jalannya kendaraan itu, yg dia sndiri tahu tdk akan ada imbalannya sedikitpun.

Karena ukhuwah adalah tentang kita bukan aku.
Karena ukhuwah bukanlah tentang "I" tetapi tentang "We"
dan karena ukhuwah pengorbanan ini terlihat begitu indah.

Teruntuk Saudaraku...

Semua adalah ujian, termasuk keberadaanmu disini teman.
tidak sembarangan Allah menakdirkanmu disini,
tidak sembarangan...
Allah mempunyai rencana atas dirimu,
dan Allah juga mempunyai rencana atas diri setiap orang yg kau temui.
Bisa jadi dia lebih baik darimu,
bisa pula kaulah yg lebih baik darinya.
Janganlah kau anggap dirimu lebih baik darinya,
sampai-sampai apapun yang mereka lakukan kau anggap salah,
sampai-sampai apapun yang mereka raih kau irikan.
hingga dirimu tersibukkan sendiri dengan perasaan itu.
Tapi jangan pula kau anggap dirimu lemah,
sampai-sampai dirimu tak termotivasi untuk jadi lebih baik,
karena kita tak tahu apa yang Allah takdirkan untuk kita.
yang kita tahu hanyalah usaha yang harus dilakukan,
serta do'a yang harus dipanjatkan.
Masalah itu bakal jadi nyata atau tidak itu terserah Allah,
tak pantas kita menyentuh area itu.

Namun...
Tetap ingat teman, kepantasan suatu takdir atas kita sesungguhnya juga bergantung kepantasan kita dengan usaha yang kita lakukan agar takdir itu benar-benar pantas oleh kita.

Bukankah seekor singa ditakdirkan memperoleh buruannya ketika singa itu telah keluar dari sarangnya?
Juga seekor ulat ditakdirkan menjadi kupu-kupu,bukankah itu juga karena dia telah menempuh proses kepompong yang cukup lama?

sadarkah kita teman...
bahwa takdir itu bukan hanya menyuruh kita berdo'a?
sadarkah kita teman...
bahwa takdir itu bukan hanya menyuruh kita untuk menunggu?
tapi sadarkah kita teman...
sebenarnya takdir yang menyuruh kita menjemputnya.
Menjemput apa yang telah menjadi jerih payah...

MANIS nya iman dapat dilihat setelah surga menjelang,
dan PAHIT nya permen dapat dilihat setelah gigi keropos.

Selamat berjihad teman. . . do'aku selalu terpanjat atasmu disetiap diam ini,
Semoga rahmat Allah selalu berada di setiap do'a yg kau panjatkan,
dan semoga keberkahan selalu Allah pancarkan di setiap usahamu.
Uhibbukum fillah. . .
semoga Allah mempertemukan kita di firdaus-Nya.
Amin. . .


Teruntuk saudaraku, yang semoga Allah selalu menguatkannya.


 

Copyright © Mahya. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com