Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

#MaBa 1 | O.S.P.E.K

Sedih sih ngeliat ritual tahunan ini. Selain itu, nyesel juga. Karena dulu pernah jadi panitia OSPEK. Kata orang OSPEK itu ajang mendidik mental mahasiswa, ajang meningkatkan kekebalan sikap mahasiswa, karena tak sama dengan masa SMA lagi.

Kalau menurutku ini hanya analisis sesaat saja, hipotesa kulitnya saja. Secara teori sesaat hal di atas bisa dipahami. Tapi jika ditelisik lebih mendalam, jauh pandang dari kata membangun mahasiswa. OSPEK yang hanya seminggu bisa buat mental mahasiswa lebih bagus? Ah, susah kayaknya. Kalau sebagai start up masih bisa.

Tapi, meskipun bisa dijadikan start up, metode pelaksanaannya masih belum pas. Teori mereka, ketika bentak-bentak mahasiswa baru, itu jadi ajang pendidikan. Bukannya hanya sebagai ajang testing?

Kalau mahasiswa sudah berani dari awal, mereka akan tegas, tak takut. Tapi, ada banyak mahasiswa yang sudah dididik patuh dan pekerja sedari dini. Respon mereka pasti akan menurut peraturan dari senior, bagaimanapun rupa peraturan itu. Kenapa? Karena mereka belum tahu, atau belum memasuki dunia di mana mereka bisa berkompromi dan berlogika dengan sikap orang lain.

Jikalau ingin menggembleng sikap mahasiswa baru. Wajibkan saja mereka untuk ikut organisasi atau lomba-lomba. Mental akan terbentuk sendiri dari sana. Dan kepastian itu sudah banyak teruji. Mereka akan segera berkembang pesat dengan hawa perlombaan, dengan hawa kerjasama.

PLN Jaya

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan bercahaya.
(QS. AL FURQAAN:61)

Bisa jadi dengan ayat diatas saya berterima kasih sangat banyak pada PLN. Kita bisa jalan tanpa tersesat, bisa menikmati kisah romantis disepanjang jalan, menikmati ibadah yang nyaman. Semua akibat PLN kan? Sebab mereka mengalirkan listrik yang membuat banyak tanah bercahaya.

Jasamu sungguh besar, bapak-bapak petugas PLN.

Semua Pantas Bahagia


Kemaren sekitar seminggu yang lalu aku datang di acara rutin FLP Malang (bedah karya plus jualan) dengan suasana banjir, eh maksud aku suram, yang banjir di Jakarta. Apalagi belum tidur dari kemarennya, yaitu sabtu. Nah tak jelasin dulu ya aku gak tidur itu hari sabtu dari jam empat pagi sampek empat lagi, jam empat setelahnya itu hari apa coba? Minggu? pinteerr... LOL.


Sebentar-sebentar kita akan serius karena ini akan membahas hal yang serius terkait masa depan hidup *benerin sarung*. Sebelumnya sudah janji mau ketemu Pak Dian buat #sefting dan buku buat jualan tak bawa jadi ya terpaksa datang deh, kasian ya aku? hahaha. Dan gak jadi sharing materi. :p Oke kita langsung saja daripada kalian ngamuk dan ngelemparin aku lewat layar yang notabene ngerusak layar kalian sendiri.

Dimulai dari latar belakang atau kondisi sebelum #sefting yang amburadul. Dimulai dari tugas yang tak kunjung selesai padahal deadline semua tugas tinggal 3 hari sampai seminggu. Tidur semakin jarang yang bukan gegara tugas. Banyak waktu terbuang karena tidur, itu sih udah keseringan. LOL.

#1
Oke sekarang kita masuk ke step #sefting. Pertama mari kita bertemu dengan masalah. Kita telusuri jalan sampai bertemu alamat masalah itu sedang berada. Misal aku kemaren kenapa serasa malas ngapa-ngapain, serasa penuh di otak. Sampai seminggu itu aku selalu marah sama orang yang bicara sama aku, entah siapapun itu. Pun aku malas bicara sama orang lain, sedeket apapun dia. Dan ternyata salah satu penyebabnya karena sebel dengan temen kelompok yang gak tanggung jawab. Ceritanya kita ada tugas kelompok, tapi dia gak ada kerja sama sekali. Bagian dia pun hanya copy paste dari internet. Dan yang lebih parahnya lagi dia ngejar-ngejar apa tugas kelompoknya udah selesai? How terrible he is. :|

#2
Ketemu kan alamat si masalah? Sekarang kita fikirkan kembali apakah itu benar masalah? atau fikiran kita saja yang bermasalah? atau bahkan itu sudah menjadi salah satu sikap kita? Kalau memang benar masalah. Mari kita akui bahwa itu masalah kita, bahwa kita juga punya masalah. Bukan superior. Dan hal ini biasanya yang sulit. Jujur bahwa kita juga lemah, punya permasalahan, dan tak bisa sendirian menghadapinya.

#3
Langkah ketiga adalah fase merubah mindset. Kalau aku di masalah di atas cukup pada fikiran saja yang bermasalah. Apakah kita bisa maksa si 'pembuat masalah' tadi menjadi orang yang rajin, yang aktif mengerjakan bagiannya di kelompok? Tak bisa! yang bisa dirubah hanyalah diri kita sendiri. Apakah jika kita mengerjakan tugas itu sendirian menguntungkan dia merugikan kita? Yang pasti dia tak akan mendapat pengalaman belajar yang sangat berharga, dan pastinya kita akan lebih kuat lagi karena mengerjakan tugas lebih banyak yang berarti berlatih lebih banyak.

Waktu itu Pak Dian suruh aku bayangin peristiwa di mana aku mengerjakan tugas yang hasilnya sangat memuaskan. Aku ingat-ingat dan aku rasakan kembali bagaimana perasaan saat itu. Amazing! Sambil terus membayangkan Pak Dian menekan bahuku dengan ujung jari-jarinya yang dibentuk seperti ketika makan nasi sesendok pakai tangan. Ditekan keras oleh Pak Dian sampai aku bisa merasakan ada sesuatu di sudut bawah belakang kanan otakku. Semacam ada yang masuk dan rasanya seperti ketika mendapat ilmu baru yang berharga bagi kita. Diulang terus menerus sampai perasaan itu terlihat nyata. Waktu itu perasaanku sudah sedikit lega. Semacam rumput taman yang tinggi dipangkas satu-satu. Lengang dan lega.

Oya sebelumnya dijabarkan dulu masalahnya apa saja secara terperinci, tapi cukup di hati dan fikiran saja. Misal aku punya masalah di tugas kampus. Ada lima mata kuliah yang harus di selesaikan. Di buat prioritas lalu dibayangkan proses pengerjaannya di kepala satu persatu sambil diterapi seperti tadi, yang hasilnya aku tahu apa yang aku lakukan pada tugas itu secara detail. A B C D E... 1..2..3..4 langkah yang sudah ada dikepala secara rinci siap kukerjakan sendiri. Dan... aku siap mengerjakan tugas.

Untuk level sepertiku mungkin cukup seperti itu. Ada pula yang lebih mendalam terapinya dan suasananya emm... "nangis-haru-mencekam-marah-undefined".

Judulnya dari tadi belum disentuh ya? Hahaha. Maka berbahagialah dengan tulisanku yang tak tentu arah ini. LOL

Random #Happy Birthday

Ketika akal manusia menjadi pilihan utama dalam menjalani hidup, menyampingkan hasrat batin untuk ikut andil. Akan terasa hidup kesendirian itu dimanapun berada. Sepi, walaupun sedang di ramai pasar. Hening, walaupun saling berbincang teman lama. Hambar.

Dan disinilah aku sekarang. Duduk berjajar dengan puluhan robot, menyaksikan tontonan borok yang penuh suka cita. Seram? tidak sama sekali, jikalau aku mungkin merasa, namun puluhan disampingku tak merasa apa-apa kecuali senang karena dirinya nampak lebih tinggi, lebih berharga.

Perayaan ulang tahun kata mereka. "Ini kan hari spesialnya dia, jadi harus dirayakan dengan cara yang spesial pula." Begitu katanya dengan penuh keriangan.

Spesial itu suatu yang khusus, tak biasanya. Bisa jadi kan itu berbau positif atau sebaliknya. Tak adakah tindakan perayaan itu lebih menggembirakannya?

Iya itu hal yang spesial, tapi spesial yang buruk. Iya akan dikenang, namun kenangan yang buruk pula.

Random #Hai

Hai, ketemu lagi ya kita. Sudah lama ya?

Kemana saja kau menghilang? aku mencarimu kemana-mana, lama sekali, kau malah pergi menghilang. Aku putus asa. Dan hari ini apa yang kulihat? Kau tepat didepanku, tepat di intinya, langsung menghujam. Kukira kau telah lenyap, ternyata...

Ah suasana ini, ya sama dengan beberapa tahun silam, nostalgic. Aku marah, marah denganmu, tapi juga denganku yang tak tahu diri. Aku, seperti serigala kelaparan yang butuh daging demi isi perutnya, tak peduli isi perut-perut lain, juga perut mangsa yang akan dibabat. Egois.

Sekarang semua sudah beda. Serigala tak selamanya buruk, karena memang dia ciptaan Tuhan, banyak sisi baiknya. Sekarang, aku merindumu. Namun sekarang, menjauhimu. Karena indah itu tak dikuasai nafsu. Itu yang terbaik, menjauhimu dengan doa.


 

Copyright © Mahya. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com