Showing posts with label Theory. Show all posts
Showing posts with label Theory. Show all posts

Just NTMS


Kau tahu apa itu 'tak suka' ?
Kebalikan dari suka, cinta, bahagia.
Kau tahu kenapa kita 'tak suka' ?
Bisa jadi itu tak selaras dengan kita, atau bisa jadi itu tak sejalan dengan tujuan/harapan kita.
Mungkin juga itu dikarenakan beda persepsi.
Setelah 'tak suka', lantas bagaimana?
Sebelumnya tak suka pasti membawa efek. Baik itu sebel, sakit, tertekan, atau bisa jadi bisa membuat stress. Dan sebagai makhluk yang selalu mengidamkan 'ketenangan' pasti kita berusaha mengeliminasi efek-efek tadi.
Eliminasi? Bagaimana?
Tentunya merubah dari efek buruk ke efek baik, misal kita merubah sebel jadi bahagia. Karena kalau kita merasa tertekan, tak bahagia, tak suka. Pastilah apa yang kita kerjakan tak memberikan hasil positif ke diri. Ya karena tadi apa yg kita kerjakan sudah tak sejalan dengan tujuan atau harapan kita.
Langkah selanjutnya?
Memilih jalan yang kita sukai, karena kita akan tulus berjalan di jalan itu. Tapi sering hal itu tak bisa dilakukan karena berbagai sebab, ya berarti kita memang harus memikirkan cara yang benar agar kita bahagia.

Catatan:
- Lugas
- Jujur
- Berani
- Tak peduli kata orang, karena dirilah yang merasakan
- Kalau ketemu berbelit-belit, tinggalkan!
- Kalau ketemu tak jelas, tinggalkan!

Futur

Saya akhir-akhir ini sering merasakan suntuk, malas, penat. Dan setiap mengerjakan apapun merasa tidak nyaman. Bahkan makanpun serasa ada ganjalan di hati. Entah apa itu.

Kata teman sih futur atau turun semangat. Kenapa bisa begitu? saya juga kurang paham. Yang jelas semuanya tak ada gairah. Ketika sholat serasa sepi. Seperti ada yang mengejar, padahal jika di tulis dan di kroscek kembali mungkin cuma satu atau dua tugas yang belum terselesaikan. Akan tetapi menimbulkan efek yang berlebih. Ya gelisah itu tadi.

Akhirnya saya diketemukan dengan buku "Pengobatan Komprehensif Penyakit Hati" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Alhamdulillah bisa diketemukan dengan buku ini. Di awal pengawalnya buku ini membahas tentang berbagai penyakit hati serta obatnya. Karena setiap penyakit pasti ada obatnya, kecuali ketuaan. Dari sini serta dikaitkan dengan masalah tadi saya membagi permasalahan ini menjadi dua tahap. Yang pertama tahap dimana masalah-masalah yang dihadapi cukup masalah duniawi, seperti tugas, konflik dengan teman, kecelakaan, dan sebagainya. Lalu tahap kedua adalah permasalahan ruhani, yang sudah pasti berpengaruh ke masalah duniawi sehingga merasa gelisah, resah, gundah seperti tadi.

Untuk masalah duniawi kita cukup mengerjakannya akan selesai dengan sendirinya. Jika banyak tinggal me-manage dengan baik, ditentukan skala prioritas, lalu dikerjakan. Cukup itu saja.

Untuk detail introspeksi kita pada tahap satu, kalau saya menggunakan konsep seperti ini.
   1. list permasalahan
   2. fikirkan prioritas
   3. pisahkan menurut prioritas
   4. jalankan atau selesaikan satu persatu masalah (ingat saat menyelesaikan masalah satu, jangan memikirkan masalah kedua dahulu)
   5. setelah masalah pertama selesai, jangan lupa tulis note untuk masalah itu. agar mudah ketika menghadapi masalah yang serupa.
   6. lanjut ke problem selanjutnya.
   7. setelah semua selesai, jangan lupa membuat list agenda dan prioritas untuk hari esok.
Namun hal diatas hanya sebatas teknis, dan saya kira masing-masing individu memiliki caranya sendiri.

Pada permasalahan tahap kedua ini membutuhkan introspeksi yang lebih dalam lagi, karena ini pengaruh dari ruhani kita. Kemungkinan terbesar dari permasalahan-permasalahan saya yang menyangkut hati adalah dosa. Dosa yang menutupi hati. Sehingga tampak gelap, kelam.
Rosulullah bersabda "inna likulli syai'in tsoqola, wainna tsoqolatal qulub dzikrullah..."
"Sesungguhnya segala sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrullah..."
Dzikrullah disini adalah mengingat Allah, mendekatkan diri kepada Allah. Jadi memang berat untuk mengawali, akan tetapi inilah gerbangnya untuk mengatasi masalah ini. Dengan setahap demi setahap kita mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga alasan kembali ke jalan yang buruk seperti sebelumnya lebih tertutup. Kenapa? karena jika kita berubah secara ekstrem. Misal langsung tahajud tiap hari, puasa Daud, tlawah dua juz tiap hari. Perubahan yang ekstrem seperti diatas tak selang lama akan membuat bosan yang akhirnya membuat kita malas ibadah lagi. Jadi ayok bareng-bareng perlahan-lahan mendekatkan diri kepada Allah. Karena Allah lah segalanya bagi kita.

Billahi taufiq wal hidayah wal inayah.

TEAM?


Team?
Apa itu?

Manusia yg saling berkumpul kah? Atau sebatas organisasi yang sering kia temui?
Benar semua, orang – orang yang saling berkumpul dan membuat suatu kesatuan baik itu berupa organisasi, forum, komunitas, atau disebut dengan kata yang lainnya, itulah team.

Lalu kenapa kita membutuhkan team? Saya teringat dengan salah satu dorama jepang “TMD”, yang mengajarkan segala hal tentang team. Mulai hal yang terkecil sampai hal yang paling penting. Jikalau kita hidup dilahirkan secara sendiri dan dan matipun nanti pasti sendiri, tapi walaupun kita terlahir sendiri, namun masih ada orang tua yang menjadi cikal bakal kita. Masih ada proses yang lama sebelumnya yang menjadikan kita bayi mungil yang didamba-dambakan orang tua, atau paling tidak diridhoi Allah untuk menjadi pemimpin di dunia. Bukankah ridho Allah itu yang selalu kita cari dan harap?

...

Jadi TEAM itu seni tentang hati, posisi, fikiran, serta badan. Yang kesemuanya itu berpadu menjadikan keselarasan antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya.

Edi Purnama (Stoik)


Begitulah nadanya. Berbalut terang lembut purnama malam. Tak pasrah dengan gelap malam. Apalagi menggerutu, mencaci, mengecam kedinginan malam, apalagi menggigilnya kota Malang.

Begitulah kiranya. Sosok inspiratif, walaupun tak bertubuh kekar ataupun bertampang bak artis dadakan ketika pemilihan pemimpin mahasiswa di udarakan.

Begitulah sosoknya. Ketika ku pertama kali mengenalnya, atau lebih tepat pertama kali memahaminya. Sosok yang kalem –berhubung berdarah sunda– di setiap masa, meskipun itu ada bangku yang terbang. Solutif memikirkan masa depan dimanapun tempatnya. Dan yang paling terasa sosok kakak yang mengayomi setiap adik serta sahabatnya. Walaupun tak melulu menggurui. Membiarkan aku berjalan sendiri.

Namun yang sedikit membuatku bertanya-tanya adalah kenapa lulusnya masih lama juga?

Apakah memang para orang langka idaman bangsa itu seperti ini?

Apakah memang para pelopor itu juga tak butuh ijazah kampus?

Apakah memang . . . ah entahlah. Yang penting sosok ini salah satu inspirasi bagiku. Bagaimana taktis dan jelasnya merancang masa depan.

BUMI ITU DATAR BOY


Ini nampaknya perlu dijadikan headline di berbagai media mainstream, bahwa bumi itu bulat yang selama ini kita pelajari mulai dari sd sampai sekarang ini ternyata salah kaprah, BUMI ITU DATAR. Begitu ucap dari komunitas ini, yaitu komunitas yang menyebut dirinya Flat Earth Society.

Mereka menyatakan bahwa bumi itu tidak bulat seperti bola, tetapi bumi itu datar dan berbentuk cakram.  Di tengah bumi adalah kutub utara dan kutub selatan mengelilingi bumi, namun lebih mengherankannya lagi  kutub selatan atau mereka sebut tepi bumi itu dikelilingi tembok-tembok yang sangat tinggi yang dijaga oleh NASA. Para anggota NASA menjaga tepi bumi agar manusia yang melewati sana tidak jatuh dari bumi. AMAZING, dan saatnya mengeluarkan jurus ampuh “WOW”.

Mungkin setelah itu bakal ada teori bumi itu kotak dan kita hidup hanya disatu sisi bumi yang datar. Untuk sisi yang lainnya belum terdefinisi seperti apa. Ahaha

Tak Suka? Mari Diskusi

Kalau di pikir-pikir lagi, warga Indonesia, jawa khususnya suka sekali memendam perasaan. Sehingga tanah yang seharusnya dibuat berkebun banyak digunakan untuk mengubur perasaan-perasaan yang entah itu berguna atau tidak. Belum lagi jika perasaan itu sangat berharga jika saling dibagikan ke yang lain atau yang berhak. Bukannya dipendam dan mengganggu perkebunan.

Saya hanya bilang budaya ini tak tepat digunakan untuk mengatasi sebuah permasalahan, kalau mengubur suatu permasalahan itu tepat sekali. Tapi apakah benar permasalahan itu sudah hilang. Malah permasalahan itu bisa menjadi sebuah tumbuhan beracun yang semakin besar dan besar jika tidak segera dibabat habis secepatnya.

Masalah itu untuk diselesaikan, perasaan pula pastinya untuk dibagikan dan disalurkan. Bukan dipendam atau diam di satu sisi, namun koar-koar disisi lain. Itu musibah namanya.


 

Copyright © Mahya. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com