Kewajiban [CO/PAS]

Yap seperti judul diatas artikel ini saya ambil dari banyak sumber. Sebagai pengingat, sekaligus menyebar ilmu yang bermanfaat. Artikel ini berisi pentingnya menghargai waktu dan kewajiban, ya kalo zaman sekarang banyak orang menyebutnya "PROFESIONAL". Silahkan menimba ilmunya dan dialirkan kepada yang kehausan.

***

Ini bukan berarti menjadi dalil bagi seseorang untuk tidak menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang dimilikinya, namun menunjukkan beratnya beban kewajiban yang ada, sementara waktu yang ada itu sangat terbatas. Oleh karena itu, penting baginya untuk menentukan priorotas-prioritas kewajiban yang harus dilaksanakannya, menjadwalkannya terlebih dahulu sebelum menjadwalkan hal-hal lainnya, melakukan pembaruan setiap hari, dan melakukan evaluasi terhadap jadwal yang dibuatnya.

Hati-hati ya kalau membawa nama Islam

Hati-hati ya kalau membawa nama Islam. Islam masa dahulu itu tempat percontohan. Sebaik-baiknya teladan. Sebenarnya begitu juga sekarang dan masa depan. Tetapi tidak dengan muslim, sebagian saja sih. Bisa saja sebagian ini kita sebut dengan oknum, namun oknum ini jumlahnya tidak sedikit, hampir menyeluruh.

Harus bener-bener hati-hati. Salah satunya masalah waktu. Waktu itu pembangun hidup, hidup itu terdiri dari waktu-waktu yang kita jalani ini. Hasan Al Banna saja bilang kalau sebenarnya waktu itu lebih sedikit dibanding dengan kewajiban-kewajiban kita.

Tanah Rantau


Perbedaan hidup di tanah rantau dam di tanah kelahiran, atau paling tidak di tanah dimana kerabat-kerabat kita banyak disana.
Kata orang hidup di tanah rantau itu lebih sulit, menegangkan, tapi juga membawa cerita-cerita keasyikan tersendiri. Selama ini yang ku alami banyak benarnya. Disini akan ku ceritakan perbedaannya dalam hal pendidikan/belajar.

Zombie

Aku berjalan mengitari sudut lapangan. Tak ada seorangpun yang nampak jelas di pandangan. Serasa semua hambar dan samar, tak jelas apa yang tertatap. Sejenak seberkas senyum menyeruak, sejenaknya lagi muram berganti waktu. Apa ini daerah para zombie?

Hening

Menyapu jalan, menyusur setiap ruas.
Padat namun hening sepi

Kau Palsu


Kau tahu kasih
Ada jutaan mata selalu memburumu
Jutaan tangan sedang membelaimu
Jutaan mulut sedang tertawa denganmu

Tapi ku tak mau menyamai mereka
Yang selau bergumul denganmu

Kenapa kau bilang?
Aku muak dengan rayumu
Aku jijik dengan hadiah-hadiahmu
Kau palsu

Benar, aku muak dengan kepalsuan itu
Ketika kau bilang kau itu pendamping,
kau malah menambah kerjaku
Ketika kau kata kau merubah hidupku
Benar, kau merubahnya menjadi tergantung padamu

Aku lelah
Aku melupakan kekasihku yang dulu
Yang selalu menemani jiwa ragaku
Membuatku tertawa
Tapi juga buatku tersenyum
Dia bagaikan malaikat
Malaikat putih yang hapus hitamku
Putihkan wawasanku

Dia itu malaikat putih
Bukan seperti dirimu malaikat hitam
Atau kupanggil saja malaikat sang  setan
Sudah pergilah sana, jauh
Aku sedang nyenyak bersama kekasihku
meraba dunia mimpi


 

Copyright © Mahya. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com