Random #Hai

Hai, ketemu lagi ya kita. Sudah lama ya?

Kemana saja kau menghilang? aku mencarimu kemana-mana, lama sekali, kau malah pergi menghilang. Aku putus asa. Dan hari ini apa yang kulihat? Kau tepat didepanku, tepat di intinya, langsung menghujam. Kukira kau telah lenyap, ternyata...

Ah suasana ini, ya sama dengan beberapa tahun silam, nostalgic. Aku marah, marah denganmu, tapi juga denganku yang tak tahu diri. Aku, seperti serigala kelaparan yang butuh daging demi isi perutnya, tak peduli isi perut-perut lain, juga perut mangsa yang akan dibabat. Egois.

Sekarang semua sudah beda. Serigala tak selamanya buruk, karena memang dia ciptaan Tuhan, banyak sisi baiknya. Sekarang, aku merindumu. Namun sekarang, menjauhimu. Karena indah itu tak dikuasai nafsu. Itu yang terbaik, menjauhimu dengan doa.

Operasi Rahasia Pengintipan

Gubrak glethak klempyang...

"Oi oi oi nyantai coy, kaya kucing yang ngeliat preman aja. Kalau mau ngintip itu harus profesional, harus sesuai SOP. Paham gak lu?"

"Oooo... oke-oke."

Sekarang ganti Markolet yang menjadi leader dalam operasi rahasia pengintipan, dia ingin menunjukkan keseniorannya kepada anak didiknya. Agar ilmunya bisa menurun katanya.

Yah tapi ternyata sama saja, walaupun Markolet bertutur tentang SOP teknik mengintip tetap saja grusak-grusuk juga. Malah napasnya sudah ngos-ngosan dulu. Ya namanya juga nafsu, akhirnya ember gedhe melayang ke arah Markolet dan muridnya dengan kecepatan satu per sepuluh kecepatan lari mereka. Apa mau dikata, karena secara perhitungan sudah mustahil menghindar, di-ikhlaskanlah kepala mereka menjadi tumbal. Plethak... eh salah grumbyang...

"Hahaha hujan di mana let tadi? kamu sampai basah kuyup gitu"
"Asem... jangan sok lugu deh ndul, kamu juga ngintip kan tadi diseberang? pake acara bawa teropong lagi"
"Nyahaha itu namanya pengalaman bung, aku kan sudah pernah ketahuan juga. Ya belajar dari pengalaman dong coy."

Dan obrolan mereka bertiga pun berlanjut pada sharing pengalaman serta rapat strategi bagaimana mengintip dengan baik dan benar.

Petuah dari Markolet bahwa semua itu butuh proses, dalam setiap perjalanan dalam proses pasti akan menemukan pengalaman, strategi, hikmah. Ambil langsung, jangan sampai mubadzir coy. Proses itu perlahan, naik setahap demi setahap, maka dari itu sabar dalam menjalaninya sangat perlu, jangan dikalahkan oleh nafsu. Dan yang sangat utama adalah syukur. Syukuri sudah seberapa lama kamu bisa mengintip sebelum digethok pakai gayung, indah bukan? Atau jikalau kau belum berhasil juga namun sudah kena getahnya... SOKOOORR!!!

Kewajiban [CO/PAS]

Yap seperti judul diatas artikel ini saya ambil dari banyak sumber. Sebagai pengingat, sekaligus menyebar ilmu yang bermanfaat. Artikel ini berisi pentingnya menghargai waktu dan kewajiban, ya kalo zaman sekarang banyak orang menyebutnya "PROFESIONAL". Silahkan menimba ilmunya dan dialirkan kepada yang kehausan.

***

Ini bukan berarti menjadi dalil bagi seseorang untuk tidak menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang dimilikinya, namun menunjukkan beratnya beban kewajiban yang ada, sementara waktu yang ada itu sangat terbatas. Oleh karena itu, penting baginya untuk menentukan priorotas-prioritas kewajiban yang harus dilaksanakannya, menjadwalkannya terlebih dahulu sebelum menjadwalkan hal-hal lainnya, melakukan pembaruan setiap hari, dan melakukan evaluasi terhadap jadwal yang dibuatnya.

Hati-hati ya kalau membawa nama Islam

Hati-hati ya kalau membawa nama Islam. Islam masa dahulu itu tempat percontohan. Sebaik-baiknya teladan. Sebenarnya begitu juga sekarang dan masa depan. Tetapi tidak dengan muslim, sebagian saja sih. Bisa saja sebagian ini kita sebut dengan oknum, namun oknum ini jumlahnya tidak sedikit, hampir menyeluruh.

Harus bener-bener hati-hati. Salah satunya masalah waktu. Waktu itu pembangun hidup, hidup itu terdiri dari waktu-waktu yang kita jalani ini. Hasan Al Banna saja bilang kalau sebenarnya waktu itu lebih sedikit dibanding dengan kewajiban-kewajiban kita.

Tanah Rantau


Perbedaan hidup di tanah rantau dam di tanah kelahiran, atau paling tidak di tanah dimana kerabat-kerabat kita banyak disana.
Kata orang hidup di tanah rantau itu lebih sulit, menegangkan, tapi juga membawa cerita-cerita keasyikan tersendiri. Selama ini yang ku alami banyak benarnya. Disini akan ku ceritakan perbedaannya dalam hal pendidikan/belajar.

Zombie

Aku berjalan mengitari sudut lapangan. Tak ada seorangpun yang nampak jelas di pandangan. Serasa semua hambar dan samar, tak jelas apa yang tertatap. Sejenak seberkas senyum menyeruak, sejenaknya lagi muram berganti waktu. Apa ini daerah para zombie?



 

Copyright © Mahya. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com